Surakarta (Jawa Tengah) - Buletin humas Pemkot Singkawang berhasil meraih terbaik lima secara nasional pada anugerah media humas Badan Koordinasi Humas (Bakohumas), penghargaan itu dianugerahkan di Hotel Sunan Solo, Rabu (20/11/2013) malam.
Anugerah Media Humas tingkat nasional tahun 2013 ini diikuti humas Kementerian, lembaga publik non kementerian, instansi, BUMN, perguruan tinggi, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Tema yang diangkat, peran humas dalam memposisikan citra pemerintah di era keterbukaan informasi publik.
Secara berurutan dewan juri yang dari praktisi dan akademisi mengumumkan jawara, keluar sebagai terbaik 6 Dinas Kominfo Kabupaten Bogor, terbaik Bagian Humas protokol 5 Setda Kota Singkawang, terbaik 4 setda Kabupaten Jember, terbaik 3 Pemkot Tebing Tinggi, terbaik 2 Pemkot Surabaya, dan terbaik 1 pemprov Jawa Barat.
Buletin edisi 15 Humas Pemkot Singkawang yang masuk nominasi sebagai in house magazine, terbitan 6 bulanan setebal 44 itu, disamping mengulas kegiatan seremonial dan sosialisasi, juga mempublis kebijakan pemkot Singkawang dan personal yang berkreativitas di Kota Singkawang, koreografer Anwar Razali, almarhumah Evi Kumala Dewi juru masak yang kerap menjurai lomba masak pada ajang daerah maupun nasional.
Ulasan tentang perjalanan Rosita Ningsih advokat perempuan pertama di Kalbar yang mendirikan lembaga bantuan hukum untuk perempuan dan anak, serta Mardiana Maya Satrini yang meraih Pahlawan untuk Indonesia dari MNCTV dibidang sosial, Ia menjadi sorotan sebagai perempuan pekerja sosial masyarakat.
Kasubbag Peliputan dan Penyiaran Bagian Humas Protokol, Lia Savona usai acara penganugerahan mengatakan prestasi ini merupakan prestasi tim, banyak yang terlibat membantu termasuk pimpinan. Dia menganggap prestasi ini untuk memacu semangat kerja kedepan, yang terpenting menurutnya, peran humas selain mensosialisasikan kebijakan pemkot Singkawang, juga untuk memenuhi kebutuhan publik akan informasi.
Di pertemuan Bakohumas Nasional itu, Walikota Solo FX. Rudyatmo mengatakan peran humas sebagai jendela informasi pemerintah memenuhi akses pelayanan informasi publik.
Menganggapi perlunya praktisi humas dilembaga pemerintahan, Dirjen informasi dan komunikasi publik, Freddy H. Tulung, mengatakan lembaga mempersiapkan praktisi humas kini bukan saja tuntunan namun suatu kewajiban. TIK memiliki dampak sebagai budaya manusia yang merubah cara kerja dalam mengelola informasi, bahkan juga mengubah gaya pemerintahan.
Transformasi sosial menjadi cepat, aktual, global dan interaktif. Badan publik perlu merubah badan publik yang tertutup, diera keterbukaan informasi ini. Untuk itu diperlukan pranata kehumasan yang profesional dan proporsional dalam upaya mendukung diseminasi informasi yang memberdayakan informasi dilembaga pemerintah.
Humas saat ini ditekankan untuk berkualitas, kredibel dan mampu menyalurkan informasi ke publik.
Mahfud MD sebagai pembicara Bakohumas mengatakan agar berjalan efektif, humas pemerintah harus melakukan terlebih dahulu perubahan yang significant, baik dalam hal pemahaman tentang informasi publik, maupun dalam implementasi kegiatan kehumasan.
"Hal yang tidak dikecualikan oleh undang-undang itu sampaikan saja, humas dituntut transparan, responsif, rajin mencari dan berbagi informasi dengan publik dan pers. Jangan cuma sibuk dengan administasi dan protokoler, yang terpenting jangan berbohong," katanya. (HUM/HR)