Singkawang, MC – Ancaman siber yang kian berkembang mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapan menghadapi insiden digital. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Singkawang, Chantal Novyanti, turut menghadiri Cyber Incident Exchange Forum (CIEF) 2026 yang digelar Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Forum berskala nasional tersebut berlangsung di Aula dr. Roebiono Kertopati BSSN, Depok, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026). Tahun ini, CIEF mengusung tema “Akselerasi Keamanan Siber Berbasis Inovasi Program dan Kontribusi Nyata”.
Kegiatan ini mempertemukan Kepala Dinas Kominfo dari berbagai daerah yang memiliki peran sebagai Ketua Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) organisasi. Kota Singkawang menjadi salah satu daerah di Kalimantan Barat yang mendapat undangan resmi BSSN.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Dr. Sulistyo membuka kegiatan sekaligus memaparkan kondisi kedaruratan siber sektor pemerintahan.
Dalam paparannya, BSSN menyoroti perkembangan alert atau peringatan keamanan siber, penanganan insiden yang telah diselesaikan, hingga perkembangan registrasi TTIS di berbagai instansi.
Salah satu perhatian utama forum adalah semakin sempitnya “jendela kerentanan”. Celah keamanan berpotensi dieksploitasi lebih cepat oleh ancaman berbasis kecerdasan buatan (AI), sementara proses penambalan sistem masih membutuhkan waktu dan kapasitas manusia.
Karena itu, penguatan keamanan tidak cukup hanya mengandalkan satu lapis perlindungan. Forum turut membahas penerapan Defense in Depth, termasuk penguatan segmentasi dan pengamanan infrastruktur teknologi.
BSSN juga memaparkan lima arah penguatan kesiapan operasional TTIS untuk menghadapi perkembangan AI. Konsep tersebut menekankan pentingnya menggabungkan arsitektur teknologi seperti zero trust, kapasitas sumber daya manusia melalui TTIS, serta fondasi regulasi dalam membangun ruang siber yang lebih aman.
Selain pertukaran informasi dan strategi penanganan insiden, CIEF 2026 juga dirangkaikan dengan agenda pengukuhan bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).
Kehadiran Diskominfo Singkawang dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman siber, sekaligus memperluas sinergi dengan BSSN dan jejaring keamanan siber nasional.
Dengan semakin kompleksnya ancaman digital, penguatan sistem keamanan siber menjadi kebutuhan penting agar layanan pemerintahan dan ruang digital masyarakat tetap terlindungi. (HR/MC)
Humas Singkawang