Singkawang – Wali Kota Singkawang
bersama Tim Tanggap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Singkawang resmi
merilis FireHotspot Versi 2 di Posko Karhutla Singkawang Ruang Telematics
Control Management (TCM) Room Kantor Wali Kota, Rabu (9/9/2026). Peluncuran
aplikasi pemantauan titik panas tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota
Singkawang Dwi Yanti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang Chantal
Novyanti, Kepala Pelaksana BPBD Kota Singkawang Nana Priyana, Kepala Daops
Manggala Agni Kalimantan IX Yuyu Wahyudin, perwakilan Kodim 1202/Singkawang,
serta Kabag Ops Polres Singkawang Budi Ristanto, bersama unsur tim
penanggulangan karhutla lainnya.
FireHotspot Versi 2 merupakan
pengembangan sistem pemantauan titik panas berbasis data satelit yang dapat
diakses melalui portal firehotspot.singkawangkota.go.id . Aplikasi ini
dikembangkan oleh Programmer Dinas Kominfo Kota Singkawang, sebagai bagian dari
upaya memperkuat pemantauan dan koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan
di wilayah Kota Singkawang.
Wali Kota Singkawang menyampaikan
bahwa pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu langkah strategis
dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla secara cepat dan
terukur berdasarkan data.
Kepala Dinas Kominfo Kota
Singkawang, Chantal Novyanti, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan
kolaborasi lintas sektor yang didukung data yang akurat dan mudah diakses.
Kehadiran FireHotspot Versi 2 diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif
bagi seluruh unsur tim tanggap karhutla dalam melakukan pemantauan dan
pengambilan keputusan,” ujarnya.
Chantal Novyanti menjelaskan
bahwa FireHotspot Versi 2 hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan
dibandingkan versi sebelumnya. Selain tampilan yang lebih interaktif dan
responsif, sistem juga telah dilakukan penyempurnaan pada batas wilayah
administrasi sehingga informasi titik panas yang ditampilkan menjadi lebih
akurat.
“FireHotspot ini merupakan
referensi data yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh stakeholder yang menangani
karhutla di wilayah Kota Singkawang. Melalui pengembangan versi terbaru ini,
kami menghadirkan dashboard yang lebih informatif sehingga proses monitoring
dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Chantal.
Ia menambahkan, FireHotspot Versi
2 kini dilengkapi dengan Dashboard Admin yang menyajikan berbagai informasi
strategis, antara lain jumlah hotspot yang terdeteksi, kelurahan dan kecamatan
terdampak, tingkat kepercayaan hasil deteksi satelit, distribusi sumber
satelit, serta aktivitas hotspot berdasarkan rentang waktu tertentu.
Salah satu fitur baru yang
menjadi perhatian adalah counter lokasi terbakar berulang, yang mampu
mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berulang kali terdeteksi sebagai titik
panas oleh satelit. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi stakeholder
terkait dalam menentukan wilayah prioritas pengawasan dan mitigasi.
Melalui FireHotspot Versi 2,
Pemerintah Kota Singkawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong
transformasi digital dalam mendukung tata kelola pemerintahan berbasis data
sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi kebakaran hutan
dan lahan. Aplikasi ini diharapkan menjadi sarana kolaborasi informasi yang
mampu meningkatkan kecepatan respons dan efektivitas penanganan karhutla di
Kota Singkawang.