Dinas Kominfo Kota Singkawang Berikan Edukasi Etika Penggunaan Teknologi dan AI kepada Mahasiswa Baru ISBI Singkawang

Berita 18 Sep 2026 Admin Kominfo
dinas-kominfo-kota-singkawang-berikan-edukasi-etika-penggunaan-teknologi-dan-ai-kepada-mahasiswa-baru-isbi-singkawang

Singkawang – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang menjadi narasumber pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Sains dan Bisnis Internasional (ISBI) Singkawang yang berlangsung di Aula ISBI Singkawang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa baru dari berbagai program studi sebagai bekal menghadapi dunia akademik di era transformasi digital.

Kehadiran Dinas Kominfo Kota Singkawang sebagai narasumber merupakan tindak lanjut atas undangan resmi ISBI Singkawang dengan materi “Etika Penggunaan Teknologi dan AI di Perguruan Tinggi” yang bertujuan meningkatkan literasi digital, kesadaran etika, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Singkawang, Hery Ristiawan menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini telah berkembang menjadi ekosistem digital yang dinamis, di mana teknologi dan AI menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, penelitian, hingga kolaborasi akademik. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana meningkatkan kualitas belajar sekaligus memahami berbagai risiko yang menyertainya, seperti disinformasi, ketergantungan berlebihan terhadap teknologi, dan ancaman terhadap privasi data.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tiga pilar utama etika digital, yaitu integritas, keamanan, dan tanggung jawab. Integritas diwujudkan melalui kejujuran akademik dalam menyelesaikan tugas dan penelitian, keamanan melalui perlindungan data pribadi serta privasi, sedangkan tanggung jawab diwujudkan dengan penggunaan media digital secara bijak dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, mahasiswa baru diajak memahami pentingnya menjaga jejak digital. Setiap aktivitas di dunia maya, baik unggahan maupun komentar, akan membentuk identitas digital yang dapat memengaruhi reputasi akademik dan profesional di masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa diingatkan untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya serta menjaga etika komunikasi dalam berinteraksi di lingkungan kampus maupun media sosial.

Materi juga menyoroti pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat digunakan untuk brainstorming ide, membantu pengolahan data, dan mendukung proses belajar. Namun demikian, mahasiswa tetap harus melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI dan menjadikannya sebagai mitra berpikir, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis.

Pada sesi diskusi, mahasiswa diberikan contoh penggunaan AI yang etis, seperti membantu penyusunan struktur tulisan dan pencarian kata kunci referensi ilmiah, serta dijelaskan berbagai bentuk pelanggaran etika, termasuk plagiarisme digital, fabrikasi sumber referensi, dan ketergantungan penuh terhadap hasil AI.

Dinas Kominfo Kota Singkawang berharap para mahasiswa baru ISBI Singkawang mampu menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, inovatif, serta menjunjung tinggi integritas akademik dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan. Teknologi dan AI harus menjadi alat untuk memperkuat kreativitas, kemampuan analisis, dan kontribusi positif bagi masyarakat, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan tanggung jawab pribadi. 

×