Singkawang – Dinas Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) Kota Singkawang menjadi narasumber pada kegiatan
Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Sains dan Bisnis
Internasional (ISBI) Singkawang yang berlangsung di Aula ISBI Singkawang, Kamis
(17/9/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa baru dari berbagai
program studi sebagai bekal menghadapi dunia akademik di era transformasi
digital.
Kehadiran Dinas Kominfo Kota
Singkawang sebagai narasumber merupakan tindak lanjut atas undangan resmi ISBI
Singkawang dengan materi “Etika Penggunaan Teknologi dan AI di Perguruan
Tinggi” yang bertujuan meningkatkan literasi digital, kesadaran etika, serta
pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara
bertanggung jawab di lingkungan kampus.
Kepala Bidang
Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)
Kota Singkawang, Hery Ristiawan menjelaskan bahwa perguruan tinggi saat ini
telah berkembang menjadi ekosistem digital yang dinamis, di mana teknologi dan
AI menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, penelitian, hingga
kolaborasi akademik. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai
sarana meningkatkan kualitas belajar sekaligus memahami berbagai risiko yang
menyertainya, seperti disinformasi, ketergantungan berlebihan terhadap
teknologi, dan ancaman terhadap privasi data.
Peserta juga diberikan pemahaman
mengenai tiga pilar utama etika digital, yaitu integritas, keamanan, dan
tanggung jawab. Integritas diwujudkan melalui kejujuran akademik dalam
menyelesaikan tugas dan penelitian, keamanan melalui perlindungan data pribadi
serta privasi, sedangkan tanggung jawab diwujudkan dengan penggunaan media
digital secara bijak dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain itu, mahasiswa baru diajak
memahami pentingnya menjaga jejak digital. Setiap aktivitas di dunia maya, baik
unggahan maupun komentar, akan membentuk identitas digital yang dapat
memengaruhi reputasi akademik dan profesional di masa depan. Oleh karena itu,
mahasiswa diingatkan untuk selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya
serta menjaga etika komunikasi dalam berinteraksi di lingkungan kampus maupun
media sosial.
Materi juga menyoroti pemanfaatan
AI dalam dunia pendidikan. AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat
digunakan untuk brainstorming ide, membantu pengolahan data, dan mendukung
proses belajar. Namun demikian, mahasiswa tetap harus melakukan verifikasi
terhadap informasi yang dihasilkan AI dan menjadikannya sebagai mitra berpikir,
bukan pengganti kemampuan berpikir kritis.
Pada sesi diskusi, mahasiswa
diberikan contoh penggunaan AI yang etis, seperti membantu penyusunan struktur
tulisan dan pencarian kata kunci referensi ilmiah, serta dijelaskan berbagai
bentuk pelanggaran etika, termasuk plagiarisme digital, fabrikasi sumber
referensi, dan ketergantungan penuh terhadap hasil AI.
Dinas Kominfo Kota Singkawang
berharap para mahasiswa baru ISBI Singkawang mampu menjadi generasi digital
yang cerdas, kritis, inovatif, serta menjunjung tinggi integritas akademik
dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan. Teknologi dan AI harus
menjadi alat untuk memperkuat kreativitas, kemampuan analisis, dan kontribusi
positif bagi masyarakat, bukan menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan
tanggung jawab pribadi.